Dengan Ilmu Hidup Menjadi Mudah

PROPOSAL

PENELITIAN TINDAKAN KELAS  (PTK)

JUDUL

UPAYA GURU DALAM MENGEFEKTIFKAN METODE BERTANYA DAN DISKUSI PADA PELAJARAN IPS TENTANG PERISTIWA PERANG DI PONOGORO DI KELAS V MIS AL – JIHADKECAMATAN CIATER   KABUPATEN SUBANG TAHUN 2011

DISUSUN OLEH

NAMA              :     SAEPUNAJAH,S.Pd

NIP                    :   197808292005011002

UNIT KERJA  :     MIS AL – JIHAD CIATER

 

 


MADRASAH IBTIDAIYAH AL – JIHAD

KECAMATAN CIATER

KABUPATEN SUBANG

2011

KATA PENGANTAR

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena semata-mata atas izin-Nya dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul UPAYA GURU DALAM MENGEFEKTIFKAN METODE BERTANYA DAN DISKUSI PADA PELAJARAN IPS TENTANG PERISTIWA PERANG DI PONOGORO DI KELAS V MI AL JIHAD KEC.CIATER KABUPATEN SUBANG TAHUN 2011”.

Kami menyadari sepenuhnya akan keterbatasab pengetahuan dan pengalaman kami sebagai timpenulis, sehingga tanpa bantuan dan dorongan dari berbagai pihak maka penelitian ini sulit dilaksanakan. Untuk itu kami sebagai tim penulis menyampaikan rasa terima kasih yang mendalalam atas bantuan dan kerjasamanya juga kepercayaan yang diberikan kepada penulis dalam melaksanakan penelitian ini.

Akhir kata, semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya atas segala amal dari semua pihak yang membantu penulis dalam menyelesaikan penelitian ini.

Jalancagak, Januari 2011

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………… i

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………….. ii

A.     JUDUL PENELITIAN  ……………………………………………………………….

B.     BIDANG KAJIAN  …………………………………………………………………….

BAB  I   PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah …………………………………………………….
  2. Perumusan dan Pemecahan Masalah ……………………………………
  3. Tujuan Penelitian ………………………………………………………………
  4. Manfaat Penelitian …………………………………………………………….

BAB  II  KAJIAN PUSTAKA ……………………………………………………………..

BAB  III      DESAIN METODE PENELITIAN

  1. Perencanaan ……………………………………………………………………..
  2. Teknik Pengumnpulan Data ……………………………………………….
  3. Personalia Penelitian ………………………………………………………….
  4. Jadwal Penelitian ………………………………………………………………
  5. Biaya Penelitian ………………………………………………………………..

BAB  IV      HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  1. Hasil Penelitian………………………………………………………………….
  2. Pembahasan ……………………………………………………………………..

BAB  V  KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

  1. Kesimpulan ………………………………………………………………………
  2. Rekomendasi ……………………………………………………………………
  3. Saran ……………………………………………………………………………….

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

A.     JUDUL

UPAYA GURU DALAM MENGEFEKTIFKAN METODE BERTANYA DAN DISKUSI PADA PELAJARAN IPS TENTANG PERISTIWA PERANG DI PONOGORO DI KELAS V SDN SARIREJA I KECAMATAN JALANCAGAK KABUPATEN SUBANG TAHUN 2011.

B.     BIDANG KAJIAN

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dengan upaya mengefektifitaskan metode Bertanya dan Diskusi  dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

BAB I

PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG

Pendidikan mempunyai peranan penting dalam perkembangan dan kelangsungan hidup bangsa, dengan demikian pendidikan harus terlaksana dengan baik sesuai dengan perkembangn dan tuntutanyang menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang saat ini semakin banyak dibicarakan khususnya dunia pendidikan, yaitu sebagai upaya pemecahan masalah, melakukan perubahan dan perbaikan dalam proses pembelajaran, baik itu ide, cara berpikir, persepsi dan aktivitas siswa lebih aktif dan mandiri.

Dalam mengidentifikasi masalah tersebut, berdasarkan masalah yang dirasakan sehari-hari oleh guru didalam kelasnya sendiri melalui refleks semuanya berasal dari masalah siswa, daripada proses pembelajaran, karena aspek ini merupakan aspek yang stategis dan merupakan kunci keberhasilan pendidikan.

Mengkaji proses pembelajaran IPS dalam metode Diskusi dan Bertanya, ditunjukan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas V SDN Sarireja I Kecamatan Ciater. Berdasarkan hasil pengamatan, diketahui bahwa setiap tes nilai rata-rata IPS lebih rendah dibandingkan dengan mata pelaran yang lain, bahkan disetiap tingkatan kelas. Oleh karena itu, hal tersebut patut mendapatkan kepedulian yang sungguh-sungguh dalam memecahkan masalah tersebut.

Dengan mengkaji tingkatan kelas ini, sangan diharapkan dapat menanggulangi permasalahan tersebut. Adapun data yang dianalisis dengan cara “Learning Style” yakni secara berturut-turut, yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas V MIS Al – Jihad I Kecamatan Ciater semester II tahum ajaran 2011/2011 dengan kolaburasi guru dengan Kepala Sekolah SDN Sarireja I Kecamatan Jalancagak.

Dengan dilaksanakannya penelitian ini, diharapkan berhasil menggiring terjadinya inovasi pada diri guru dan meningkatkan kemampuan dan kualitas pendidikan bagi sisiwa.

B.  PERUMUSAN  MASALAH

Berdasarkan latar belakang masalah diatas dan hasil refleksi terhadap semua masalah yang berkaitan dengan rendahnya nilai rata-rata IPS yang dicaai dalam evaluasi akhir belajar terhadap proses pembelajaran IPS, maka rumusan permasalahan ini adalah :

  1. Bagaimanakah bentuk kekurangan siswa yang dalam proses pembelajaran, sehingga banyak siswa mendapat nilai rendah ?
  2. Upaya tindakan apakah untuk mengatasi rendahnya nilainya rat-rata siswa pada mata pelajaran IPS  dibandingkan dengan mata pelajaran yang lain ?
  3. Bagaimanakah keberhasilan mengkaji tindakan terhadap berlangsungnya proses belajar, bisa berhasilkah ?

C.  TUJUAN PENELITIAN

Sesuai dengan perumusan masalah yang telah dikemukakan diketahui dan dianalisis maka :

  1. Secara umum tujuan penelitian berfokus pada pada upaya mengatasi kesulitan siswa dalam tes akhir belajar sebagai dampak dan proses belajar pelajaran IPS.
  2. Secara khusus orientasi penelitian ini adalah membantu guru dalam mengatasi kesulitan siswa, dengan mempraktekan strategi, alternative dalam pembelajaran IPS dengan menggunakan metode diskusi.
  3. Secara praktik metode penelitian ini adalah menguji tindak model pembelajaran model IPS yang dapat mengatasi kesulitan siswa dalam menghadapi tes akhir pembelajaran.
  4. Secara konseptual orientasi penelitian ini adalah membuktikan secara empiris teori yang ditunjuk dalam penelitian, bisa memecahkan masalah yang dihadapi siswa selama ini.

D.  MANFAAT PENELITIAN

Penelitian ini diharapkan dapat nermanfaat bagi :

  1. Siswa

Sebagai bahan masukan bagi siswa untuk memanfaatkan METODE Bertanya dan Diskusi dalam rangka meningkatkan prestasi belajarnya.

  1. Guru

Sebagai bahan masukan guru dalam meningkatkan mutu pendidikan di kelasnya.

  1. Lembaga Pendidikan

Dengan hasil penelitian ini diharapkan SDN Sarireja I Kecamatan Jalancagak dapat lebih meningkatkan pemberdayaan pemberian metode bertanya kolaborasi diskusi agar prestasi belajar siswa lebih baik dan perlu dicoba untuk diterapkan pada pelajaran lain.

Melakukan perubahan dan perbaikan dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaburasi, dapat menghasilkan kerja yang tangguh, serta peduli terhadap kinerja sendiri. Mengamati konsekuensi menilai diri secara kritis dan memodifikasi rencana untuk melanjutkan perbaikan berdasarkan pada apa yang telah dilakukan.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

Proses pembelajaran IPS di SD khususnya yang dilaksanakan pada siswa kelas V ditunjukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengungkapkan segala gagasan atau suatu keinginan bahkan perasaan melalui metode diskusi. Siswa dituntut terampil berbicara mengungkapkan permasalahannya, keterampilan siswa itu, ditandai dengan penataan keadaan siswa terhadap suatu kompetensi. Guru sebagai pelaksana pembelajaran di kelas dituntut untuk meningkatakan kemampuan siswa berkenaan dengan pelaksanaan kurikulum yang baru yaitu KTSP yang berpola (PEKEM). Suatu kompetensi yang diartikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.

Pelaksanaan pembelajaran di SD dilaksanakan selama pandangan pembelajaran sesuai dengan tuntutan kurikulum untuk mengembangkan aspek sebagai berikut :

  1. Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dasar yang berguna bagi dirinya dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Mengembangkan pemahaman tentang perkembangan masyarakat Indonesia.
  3. Memiliki kebanggaan sebagai bangsa Indonesia yang Cinta Tanah Air.

Dengan demikian pelajaran IPS akan lebih efektif bila hasil proses pembelajaran di SD dapat membangun kompetensi siswa yang tercermin dalam performance.

Dalam kegiatan sehari-hari siswa SD di Kecamatan Jalancagak khususnya di SDN Sarireja I Kecamatan Jalancagak tampaknya tidak begitu menggembirakan dalam menghadapi pelajaran IPS.

Siswa lebih menganggap pelajaran IPS sebagai mat pelajaran yang di wajibkan dan hanya merupakan tugas rutin untuk mengikutinya, setelah berulang kali dikaji dan dicermati dapat disimpulkan bahwa motivasi para siswa untuk belajar IPS sangat rendah.

Gejala kurangnya motivasi siswa terhadap belajar IPS merupakan masalah perlu dikaji ulang agar tidak mentyebabkan siswa seperti ini,dengan cara memfokuskan perbaikan siswa, sistem mengajar dan bahan ajar agar dapat menungkatkan motivasi siswa belajar lebih senang dan menarik melalui diskusi.

Menurut Wrightman 1997 peran guru adalah :

“Terciptanya serangkaian tingkah laku yang sering berkaitan yang dilakukan dalam suatu situasi tertentu serta berhubungan dengan kemajuan perubahan tingkah laku dan perkembangan siswa yang menjadi tuannya”.

Demikian juga dalam proses pembelajaran IPS di Kecamatan Jalancagak, dimana siswa saling bertanya jawab tentang materi yang dibahas, dan dapat menggal materi baru.

Tentang rendahnya nilai prestasi siswa dalam belajar IPS setelah melakukan diagnosis, maka ditemukan bahwa faktorpenyebabnya antara lain :

  1. Penyampaian materi yang kurang jelas bagi siswa.
  2. Penggunaan istilah-istilah oleh guru yang sulit dimengerti siswa.
  3. Penyampaian tidak disertai dengan contoh sebagai alat yang lebih konkrit sehingga siswa merasa jemu dan monoton.
  4. Tidak menggunakan alat Bantu / media pembelajaran.

Beberapa pernyataan masalah segera diatasi dalam proses pembelajaran yang akan dilaksanakan, berdasarkan analisis tersebut, serta dengan mempertibangkan berbagai hal, maka dapat ditarik suatu titik masalah sebagai berikut :

  1. Mengemas proses ppembelajaran dengan menggunakan metode diskusi yang dapat membangkitkan motivasi belajar siswa.
  2. Menganalisis dengan mengklasifikasi dan mengidentifikasi bentuk-bentuk prestasi, baik tinggi maupun rendah terhadap siswa.
  3. Mengkaji tindak.
  4. Hasil yang diharapkan.

Dengan langkah-langkah diatas yang dikaji berdasarkan proses pembelajaran, siswa diharapkan memiliki keberanian dalam bertanya dala berdiskusi.

Guru berusaha untuk menggali pertanyaan siswa, jadi siswa ditantang rasa ingin tahu terhadap ovyek yang sedang dipelajari dengan cara mengajukan pertanyaan. Kemudian siswa melakukan penyelidikan atas pertanyaan mereka sendiri seperti kata Fatre dan Cosgrove (dalam Harlen, 1992).

Pengembangan pola piker dan daya piker tampak pada keingintahuan siswa terhadap obyek yangsedang dipelajari. Hal ini muncul dalam pertanyaan-partanyaan yang muncul dari siswa saat terjadi proses belajar menajar.

BAB III

DESAIN METODE PENELITIAN

A.  PERENCANAAN

Subyek dalam penelitian ini adalah sisw akelas V SDN Sarireja I Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang. Data penelitian diambil berdasarkan hasil belajar siswa, hasil pengamatan serata catatan lapangan selama kegiatan penelitian berlangsung.

Penelitian ini berupa tindakan kelas yang dicanangkan kurang lebih tiga siklus. Adapun proses rencana tinakan meliputi :

  1. Pra Tindakan

Pada tahap ini mengadakan tes awal untuk mengetahui kemampuan siswa tentang hasil belajar siswa dalam IPS, kemudin diidentifikasi, dan difokuskan pada kesalahan kemudian dijadikan bahan acuan didaam rencana pembelajaran.

  1. 2. Perencanaan Penelitian

Kegiatan yang dilaksanakan aalah :

  1. Membuat skenario pembelajaran dalam bentuk rencana pembelajaran.
  2. Membuat lembaran observasi untuk merekam pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang ditunjukan untuk meningkatkan prestasi siswa  dalam belajar IPS.
  3. Membuat alat bantu untuk memudahkan pelaksanaan pembelajaran.
  4. Mengemas bahan pelajaran yang dapat menjaring siswa lebih aktif dan kreatif dalam belajar IPS.

B.  TEHNIK PENGUMPULAN DATA

Kegiatan yang berlangsung selama tiga minggu di SDN Sarireja I Kecamatan Jalancagak Kabupaten Subang. Dalam proses pembelajaran, alat yang digunakan sebagai bahan analisis antara lain kualitatif dan kuantitatif (absensi dan perbuatan).

  1. Tindakan

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah mengimplementasikan scenario pembelajaran yang telah direncanakan, untuk memberikan penjelasan tentang kegiatan pembelajaran, mata pelajaran, waktu, buku sumber, dan kelengkapan lainnya.

  1. Observasi

Melaksanakan obervasi tentang pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan lembaran observasi tentang kejadian atau masalah-masalah yang ditemukan dalam pembelajaran, yang dapat mengganggu peningkatan belajar siswa dalam pelajaran IPS. Hasil observasi inilah yang akan digunakan untuk mengukur keberhasilan tindakan, oleh karena itu data yang dikumpulkan harus benar-benar data yang sebenarnya, tidak ditanbah dan tidak dikurangi.

  1. Refleksi

Berdasarkan temuan data tersebut, dilakukan proses analisis, yang kemudian ditemukan solusi untuk direfleksikan hasilnya. Solusi tersebut dijadikan acuan untuk merencanakan siklus berikutnya dan seterusnya sampai siswa kreatif dan aktif dalam pembelajaran IPS dan sesuai dengan pola PAKEM.

C.  PERSONALIA PENELITIAN

Penelitian ini melibatkan Tim peneliti, identitas dari Tim tersebut adalah :

  1. Nama                                 :  SAEPUNAJAH,S.Pd

NIP                                   :  -

Pekerjaan                           :  Guru MIS AL – JIHAD

Tugas dalam penelitian     :  Sebagai Peneliti

  1. Nama                                 :  AHMAD BAKRI,S.Pd

NIP                                   :  -

Pekerjaan                           :  Guru MIS AL – JIHAD

Tugas dalam penelitian     :  Pengumpulan dan Anlisis Data

  1. Nama                                 :  YAYAT NURDIN HIDAYAT,S.Pd

NIP                                   :  -

Pekerjaan                           :  Guru MIS Al Jihad

Tugas dalam penelitian     :  Observer

D.  JADWAL  KEGIATAN

MINGGU KE KEGIATAN
I  

PERSIAPAN

  1. Telaah Pustaka
  2. Observasi dan Orientasi Lapangan
  3. Menyususn Rencana Penelitian
  4. Pengurusan Perizinan Penelitian
II  

PELAKSANAAN DILAPANGAN

  1. Diskusi Masalah yang akan diteliti
  2. Pegumpulan data
  3. Perencanaan pembelajaran. Pelaksanaan Pembelajaran
  4. Refleksi tindakan
  5. Evaluasi keseluruhan
  6. Menghasilkan model pembelajaran
III  

PENGOLAHAN DATA

  1. Penyusunan konsep lapangan
  2. Diskusi konsep lapangan
  3. Revisi konsep lapangan
  4. Pengetikan hasil penelitian
  5. Penggandaan hasil penelitian
  6. Pelaporan hasil penelitian

E.  BIAYA PENELITIAN

TAHAP PERSIAPAN

No URAIAN KEBUTUHAN SISWA BESAR UANG
1 Rapat Rp 50.000,00
2 Penyusunan Proposal Rp 100.000,00
3 Perizinan Penelitian Rp 75.000,00
4 Penyusunan Instrumen Proposal Rp 50.000,00
JUMLAH Rp 275.000,00

TAHAP PELAKSANAAN

No URAIAN KEBUTUHAN / KEGIATAN BESAR UANG
1 Penjadwalan RP 25.000,00
2 Pelaksanaan PTK Rp 175.000,00
3 Pengumpulan Data Rp 150.000,00
4 Melakukan Refleksi Rp 75.000,00
5 Evaluasi Rp 50.000,00
6 Lembaran Observasi Rp 75.000,00
JUMLAH Rp 550,000,00

LAPORAN HASIL PENELITIAN

No URAIAN KEBUTUHAN / KEGIATAN BESAR UANG
1 Analisis Data Rp 50.000,00
2 Konsep Laporan Diskusi Rp 100.000,00
3 Diskusi Hasil Temuan Rp 75.000,00
4 Rapat Laporan Rp 50.000,00
5 Pengetikan Laporan Akhir Rp 200.000,00
6 Penggandaan Laporan Akhir Rp 45.000,00
7 Penjilidan Laporan Rp 70.000,00
8 Pengiriman Hasil Laporan Rp 35.000,00
JUMLAH Rp 675.000,00

Total keselruhan anggaran yang dibutuhkan Rp 1500.000,00

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.  HASIL PENELITIAN

Pada bagian ini dijelaskan laporan hasil penelitian berdasarkan judul yang telah dilaksanakan secara garis besar, dimana pelaksanaannya telah ditentukan dalam tiga siklus. Pada siklus ke satu, telah bisa ditemukan adanya kemajuan, pada siklus ke dua lebih baik, dan pada siklus ke tiga ditemukan adanya peningkatan dari sebelumnya dengan perbandingan sebagai berikut :

No Jumlah Siswa Hasil Persentase
1 24 Orang 15 Orang 62,50 %
2 24 Orang 18 Orang 75,00 %
3 24 Orang 21 Orang 87,50 %

C.  PEMBAHASAN

Kegiatan selanjutnya perlu lebih ditingkatkan supaya mendapatkan hasil yang optimal dengan nilai maksimum. Dengan menggunakan metode bertanya dan berdiskusi proses pembelajaran yang dialami siswa lebih baik, materi lebih jelas sehingga hasilnya lebih baik. Alat peraga yang digunaka sebagai hubungan dengan materi yang lebih konkrit, maka tercipta suasana belajar lebih menarik, siswa lebih responsive dan aktif.

Penggunaan metode bertanya dan diskusi ini, membuat penyampaiannya kepada siswa tidak jenuh karena siswa lebuh berkembang dan tertarik untuk melakukan tugas dari guru. Hal yang tidak kalah pentingnya dalam proses pembelajaran adalah mengfatur pemanfaatan waktu belajar. Gur sebagai pelaksana pendidikan tindakan kelas mendapat tambahan kegiatan harus mengadakan penelitian. Peserta didik harus dilatih pada proses berpikir yang lebih tinggi dari penerapan analisis sintesis dan bervikir evaluatif dalam proses pembelajaran dan menggunakan ranah keterampilan serta ranah afektif (nilai dan sikap). Hasil penelitian yang diharapkan adalah :

  1. Secara teoritis dapat menghasilkan kerangka teori tentang proses pembelajaran IPS sebagai dampak rendah prestasi siswa.
  2. Secara metodologis dapat menghasilkan suatu strategi alternative dan dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan pembelajaran IPS di SD, yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan pembelajaran IPS SD, dan dapat menjadikan peningkatan prestasi siswa.
  3. Secara praktis dapat menghasilka suatu model pembelajaran yang dapat membantu guru dalam mengatasi pembelajaran untuk dikembangkan agar menjadi suatu upaya peningkatan prestasi siswa.
  4. Proses pembelajaran dengan menggunakan metode bertanya dan diskusi melatih siswa berpikir kritis dan kreatif.

BAB V

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A.  KESIMPULAN

Dari paparan diatas penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :

  1. Rendahmya prestasi siswa dalam belajar, dikarenakan proses pembelajaran yang tidak menarik,sehingga menyebabkan rendahnya minat siswa dalam belajar pengetahuan sosial.
  2. Siswa merasa kesulitan dalam belajar jika dalam proses pembelajaran guru hanya menerangakan dan tidak ada umpan balik bagi siswa.
  3. Dalam proses pembelajaran IPS metode bertanya dan diskusi akan membangkitkan belajar siswa.
  4. Penggunaan alat peraga dengan jelas dan metode yan menarik maka siswa akan lebih paham dan responsive.
  5. Dengan menggunakan metode bertanya dan diskusi dengan membentuk kelompok, maka kesulitan siswa akan mudah dipecahkan.
  6. Bagi siswa yang lamban, ternyata metode bertanya dan diskusi lebih efektif, kreatif, serta meningkatakan kemampuan belajar siswa.

B.  REKOMENDASI

  1. Salah satu wujud kepedulian guru terhadap kualitas hasil pembelajaran dituntut untuk melakukan inovasi-inovasi pendidikan dan pengajaran.
  2. Untuk meningkatakan interaksi pembelajaran IPS sebaiknya guru mengefektifkan metode gertanya dan diskusi dengan merumuskan permasalahan dan memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir.
  3. Kepala sekolah untuk mempersiapkan guru agar lebi terampil dalam melakukan metode bertanya dan diskusi.
  4. Kreatifitas siswa dalam proses belajar mengajar ditunjang dengan keikutsertaan semua pihak khususnya dilingkunagn pendidikan untuk memotivasinya.

C.  SARAN

Salah satu permasalahan yang belum teratasi adalah rendahya nilai rat-rata prestasi siswa dalam pelajaran IPS di SDN Sarireja I Kecamatan Jalancagak, maka salah satu wujud kepedulian guru terhadap kualitas hasil pembelajaran adalah dengan melakukan inovasi-inovasi pend+

7idikan dan pengajaran.

Untuk meningkatakan interaksi pembelajaran IPS, sebaiknya guru megefektifkan metode bertanya dan diskusi dengan cara merumuskan permasalahan dan memberi kesempatan kepada siswa untuk berpikir. Kepala sekolah dan guru agar lebih terampil dalamelakukan metode bertanya dan diskusi.

Kualitas siswa dalam proses be;ajar mengajar ditunjang dengan keikutsertaan semua pihak khususnya dilingkungan pendidikan untuk memotivasinya.

DAFTAR PUSTAKA

Basuki Wibawa. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Depdiknas Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Kependidikan.

Gak Wardani. 2002. Penelitian Tindakan Kelas.

Hilsa Karil. 2002. Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta : Universitas Terbuka, Departemen Pendidikan Nasional.

LAMPIRAN – LAMPIRAN

  1. Keterangan Tentang Peneliti
  2. Surat izin Penelitian
  3. Rencana Tindakan
  4. Rencana Perbaikan Tindakan
  5. Lembar Penilaian
  6. Hasil Penelitian Siklus I
  7. Hasil Penelitian Siklus II
  8. Lembar Observasi
  9. Data Observer

1 Comment(s)

  1. aep2saepunajah

    Maret 5, 2011 pukul 4:04 pm

    mudah mudahan dapat bermanfaat bagi anda yang membutuhkannya



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 187 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: